Sabtu, 24 Juni 2017

Tugas 3 Manusia sebagai objek dan subjek IPTEK #Softskill

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia tidak dapat di pisahkan dari iptek, sains, dan seni sebagai kebutuhan di era globalisasi. Iptek, sains, dan seni saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik pengaruh negatif maupun positif, namun terkadang manusia tidak menyadari bahwa mereka menjadikan sains, seni, dan iptek lebih dominan ke arah negatif, sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat banyak penyalahgunaan iptek, sains, dan seni yang terjadi  sehingga banyak menimbulkan kerugian di berbagai pihak terutama pada generasi muda. Pemahaman tentang iptek, sains dan seni sangat penting bagi manusia agar tidak ada lagi manusia yang mempergunakan iptek, sains, dan seni tidak pada semestinnya. Maka dari itu penulis mengangkat materi yang berhubungan dengan Manusia, Sains, Iptek, dan Seni agar dapat memecahkan masalah yang terjadi di era globalisasi ini agar kedepannya manusia dapat bertindak lebih baik. 

1.2 Rumusan masalah
Ø  Bagaimana Manusia sebagai  Subjek dan Objek pada Iptek?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk memberikan penjelasan mengenai   Manusia sebagai Subjek dan Objek dalam Iptek

1.4 Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini yakni untuk menambah pengetahuan serta wawasan kita mengenai Manusia sebagai subjek dan objek dalam iptek.

BAB II

2.1 Pengertian
            a. Manusia
                        Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu”(Sansekerta), “mens” (Latin),yang berarti berpikir, berakal budiatau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latinyang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

b. Manusia  menurut para ahli
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik







A. IPTEK
IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi, definisi lebih lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuh kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga menggunakan teknologi.
IPTEK dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa disadari untuk beraktifitas melakukan pekerjaan sehari-hari mulai pagi dari rumah kesekolah dan kembali kerumah, kamu menggunakan IPTEK. Seseorang menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan teknologi seja zaman dahulu kala, seperti memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah sebagai teknologi sederhana.

B.IPTEK Menurut para ahli
Soeharjo dan Patong (1984) dalam Wasono (2008) menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
Mosher (1985), teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian. Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.
Suatu teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika (a) memberi keuntungan ekonomi bila teknologi tersebut diterapkan (profitability); (b) teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat (cultural compatibility); (c) kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility); (d) teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan; (e) penghematan tenaga kerja dan waktu dan (f) tidak memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan (Mardikanto,1993).
Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah hal-hal yang baru yang belum diketahui, diterima dan digunakan banyak orang dalam suatu lokasi tertentu baik berupa ide maupun berupa benda atau barang. Suatu teknologi dapat diterima oleh masyarakat khususnya petani jika teknologi tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) segi teknis mudah digunakan, (2) segi ekonomi dapat memberi keuntungan, dan (3) segi sosial budaya dapat diterima serta tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada/berlaku





BAB III
PEMBAHASAN

I.             A. Manusia Sebagai Subjek Dan Objek Iptek
Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain:
1)      Dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan
  • Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama.
  • Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil.
  • Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan.
  • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji.
  • Teknologi pengolahan pascapanen seperti pengalengan ikan, dll.
  • Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia.
2)      Dalam bidang kedokteran
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit, sehingga penyakit dapat dengan segera disembuhkan.
3)      Dalam bidang telekomunokasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.
4)      Dalam bidang pertahanandan keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik.
B.   Dampak Penyalahgunaan Iptek Bagi Kehidupan

1)        Nuklir
Limbah radioaktif, seperti limbah-limbah lainnya adalah bahan yang tidak dimanfaatkan lagi dan karena bersifat radioaktif, limbah radioaktif tersebut mengandung potensi bahaya radiasi. Karena sifatnya itu, pengelolaan lim-bah radioaktif perlu diatur dan diawasi untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup. Pengelolaan limbah radioaktif tersebut dilakukan oleh Badan Pelaksana yang dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan pihak lain. Berda-sarkan tingkat bahaya yang ditimbulkan, limbah radioaktif diklasifikasikan menjadi limbah radioaktif tingkat rendah, tingkat sedang, dan tingkat tinggi.Untuk limbah radioaktif tingkat rendah dan tingkat sedang oleh penghasil limbah dikumpulkan, dikelompokkan, atau diolah dan disimpan sementara sebelum dikirim kepada Badan Pelaksana untuk diproses selanjutnya. Karena limbah radioaktif tingkat tinggi mempunyai potensi bahaya radiasi yang tinggi, penyimpanan sementara limbah radioaktif tingkat tinggi dilakukan oleh penghasil limbah dalam waktu sekurang-kurangnya selama masa operasi reaktor nuklir, sedangkan penyimpanan lestarinya menjadi tanggung jawab Badan Pelaksana.Yang dimaksud dengan pengusahaan dalam undang-undang ini pada umumnya adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial. Di dalam pengusahaan ini selain Badan Usaha Milik Negara, pihak lain juga diberi kesempatan. Namun, untuk Badan Pelaksana pengertian wewenang pengusahaan ini adalah bersifat nonkomersial atau nonprofit.
2)     Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1.jumlahnya melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yang tidak tepat
3. berada pada tempat yang tidak tepat
3)     Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan atmosfernya.
       KASUS
Belakangan ini teknologi sangat berkembang pesat, hampir setiap manusia di dunia ini hidup atau mengenal internet. Baik secara aktif maupun pasif internet dapat digunakan oleh semua orang, karena selain menjangkau daerah pelosok juga harganya kian hari kian murah serta kecepatannya semakin tinggi. Tapi semua itu hanyalah kemajuan teknologi yang dilihat dari sisi positif, jika dari sisi negatif sangat banyak penyalahgunaannya seperti untuk kejahatan-kejahatan yang menggunakan teknologi. Contohnya penipuan, penculikan dsb. Kepintaran seseorang bila tidak didukung dengan moral yang baik maka akan menimbulkan perilaku yang buruk dalam kehidupan sehari-harinya. Memang penanaman moral sejak dini harus bisa diterapkan oleh para orang tua kepada anaknya. Terlebih anak sekarang harus mengenal teknologi sejak dini, yang dikarenakan perkembangan jaman semakin pesat. Jika sudah memiliki moral, maka apapun yang dilandasinya akan merefleksikan dari moral yang dia pahami dari kecil. Jadi pada saat dia bertambah dewasa maka dia pun akan siap dengan lingkungan yang sangat dapat menggangu moralnya. Jadi siapkan moral anda.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara “potong kompas”. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat moderen saat ini dan masa depan.

Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejah
atan mayantara.

BAB III
KESIMPULAN

1.Memberikan berbagai kemudahan
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mempermudah meluasnya berbagai informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.
3.Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.

Tugas 4 Strategi Kebudayaan #Softskill

 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia sebagai negara baru pada era pasca-kemerdekaan, banyak diwarnai oleh pergulatan politik yang menyangkut persoalan negara seperti ideologi negara dan krisisnya strategi kebudayaan dalam kemajuan bangsa. Hal ini akan memicu karakter muda bangsa dalam mewujudkan jati diri dan masa depan bangsa ke depannya. Oleh sebab itu kesadaran menyangkut persoalan ideologi dan strategi budaya dalam penguatan budaya bangsa sangatlah penting bagi pemuda bangsa dalam menentukan arah perjuangan dan pembangunan masa depan bangsa.
Pemuda merupakan generasi penerus dalam mewujudkan cita-cita bangsa, Semangat strategi dan peran pemuda sangat penting dan diharapkan dalam kemajuan dan kejayaan bangsa. Ide-ide maupun gagasan yang berilmu sangat menentukan pola pikir perubahan bangsa dalam mengembangkan suatu karakter bangsa dengan disertai nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Indonesia saat ini telah mengalami berbagai polemik dalam hal politik bangsa dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengembangkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, yang terjadi dalam persoalan bangsa saat ini ialah banyaknya kasus korupsi yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran dalam menyiasati ideologi negara, selain itu nilai-nilai budaya bangsa pun semakin terlupakan dan yang tertinggal hanyalah nama budaya bangsa dengan budaya korupsi yang telah merajalela dan dianggap wajar-wajar saja sebagai budaya baru.
Berbagai tradisi dan budaya yang tumbuh dan berkembang di era rezim Orde Baru dalam membangun kultur dan jati diri berbasis pancasila semakin menguat. Namun, akibat dari pembangunan yang terlampau berorientasi pada materi telah menumbuhkan kultur yang tidak sejalan dengan tujuan nyata bangsa yaitu mengembangkan kultur ideologi pancasila. Oleh sebab itu akibat dari kekeliruan dalam keberhasilan pembangunan ekonomi dengan disertai kuranganya pembangunan karakter bangsa telah mengakibatkan goncangan dan krisis budaya seperti budaya korupsi, toleransi terhadap perbedaan, kecenderungan



1.2.Rumusan Masalah
  1. Apakah pengertian strategi kebudayaan dan rovolusi mental pada era pemerintahan baru Indonesia?
1.2  Tujuan Masalah
  1. Untuk mengetahui pengertian strategi kebudayaan dan revolusi mental era pemrintahan baru Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN 
2.1. Pengertian Strategi kebudayaan Pada Era Pemerintahan Baru Indonesia
 Menurut Van Peursen dalam bukunya strategi kebudayaan menjelaskan bahwa dewasa ini terdapat pergeseran-pergeseran arti kebudayaan, oleh sebab itu Van Peursen membagi tiga tahap yaitu tahap mitis, onologis, dan fungsional. Dari ketiga tahapan, tahap fungsional merupakan tahap yang mendasari dalam menjalankan proses tersebut, sebab fungsional diperlukan adanya strategi-strategi agar kebudayaan yang sedang dijalankan ke depannya dapat berjalan dengan matang. Dan strategi inilah yang menurut Van perlu diperhatikan untuk mencermati ketegangan pengaruh antara manusia dan kekuasaan-kekuasaan ke depannya.
Sedangkan menurut Koentjaraningrat (2003) dalam memahami kebudayaan, menyarankan bahwa kebudaayaan dibeda-bedakan sesuai dengan empat wujud yaitu mulai dari tampilan luar yang paling mudah dilihat ke pusat atau inti yang paling dalam berturut-turut adalah artefact atau benda-benda fisik, sistem tingkah laku dan tindakan berpola, sistem gagasan, dan sistem gagasan yang ideologis.
Kedua pemahaman tentang kebudayaan dan strategi kebudayaan tersebut memiliki perbedaan yang mana dalam konsep kebudayaan itu sendiri dipandang sebagai sesuatu yang dinamis oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan akan sesuatu. Sebagai sebuah penegasan. Van Perseun (1988) dalam konsep strategi kebudayaannya menyarankan bahwa cara mendekati kebudayaan tidak lagi terpaku pada definisi-definisi teoritis yang sudah begitu banyak, melainkan apa yang dapat diperbuat dengan kebudayaan. Selain itu, Van juga mengakui bahwa kebudayaan juga termasuk tradisi yang dapat diterjemahkan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma, adat-istiadat, atau kaidah-kaidah dari masa lalu. Namun, tradisi itu bukanlah sesuatu yang dapat dirubah. Tradisi justru diperpaduakan dengan ragam perbuatan manusia dengan cara

menerima, menolak maupun mengubahnya. Itulah sebabnya kebudayaan dijadikannya sebagai perubahan dan keniscayaan.
Dalam melakukan strategi kebudayaan akan memicu keberhasilan revolusi mental di tengah-tengah proses kinerja pemerintahan baru Jokowi-JK dalam membidik masyarakat yang berkarakter dan berakhlak mulia. Revolusi mental merupakan sebuah perubahan yang mendasar dalam mentalitas manusia melalui cara berpikir, merasa, mempercayai, sehingga akan menghasilkan sebuah perilaku dan tindakan melalui kebiasaan sehari-hari. Revolusi mental tak akan pernah lepas dengan strategi budaya yang akan membentuk manusia-manusia yang berbudi pekerti, merkarakter, dan bermoral dengan kebiasaan.
Straregi kebudayaan dan revolusi mental tak akan lepas pula dengan pemuda yang mana pemuda sangat berperan penting dalam tercapainya sebuah tujuan yang diharapkan oleh bangsa. Oleh karena itu, pada era pemerintahan baru ini strategi budaya dijadikannya sebagai salah satu konsep jalan keluarnya segala persoalan bangsa mengenai krisisnya ideologi dan budaya bangsa terlebihnya dalam kesadaran akan pentingnya dalam menjujung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang ditelah dimiliki oleh bangsa, baik dalam karakter, bahasa, perilaku maupun moralitas.
Adapun pengertian dari strategi budaya dalam tercapainya sebuah kejayaan bangsa, maka Indonesia harus mampu membenahi persoalan bangsa melalui strategi-strategi yang telah disiapkan dengan matang dengan berpikir secara rasional. Berpikir rasional akan mengembangkan pola pikir yang logis dengan tindakan dan sikap moralitas yang tinggi di tengah masuknya perkembangan budaya barat yang muncul sebagai perombak pola pikir dan merosotnya moralitas bangsa khususnya generasi muda bangsa dalam menghadapi budaya bangsa yang heterogen ini. Hal ini sesuai dengan pendapat Van Peursen tentang tiga tahap budaya dalam menghadapi masuknya budaya barat yaitu dengan terwujudnya pemikiran masyarakat yang bersifat rasional sehingga meninggalkan mistis dan mitos-mitos bahkan masuk pada tahap fungsional yang dibuktikan dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang fungsional di budaya barat. Oleh sebab itu, melalui aneka budaya  barat yang muncul di tengah-tengah polemik politik bangsa, maka sebagai generasi muda bangsa memiliki siasat yang besar dapat menyaring budaya barat yang telah menjadi fasilitas kehidupan bangsa untuk dijadikannya manfaat nilai-nilai positifnya.
2.3.  Dampak Timbulnya Strategi Budaya  Masa Depan Bangsa
                        Indonesia merupakan negara berkembang dimana akan melahirkan generasi muda bangsa yang berintelek dan berkemajuan. Oleh sebab itu sikap penanaman karakter yang baik, budi pekerti dan kebiasaan baik, serta moralitas sangat menentukan keberhasilan generasi muda bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berkamajuan. Strategi budaya dan revolusi mental sebagai salah satu aspek penentu dalam mewujudkan sikap dan karakter manusia menuju manusia yang berakhlak mulia dan berkarakter budaya.
Pada era pemerintahan baru Jokowi-JK strategi budaya dan revolusi mental dijadikan sebagai guru penting dalam proses penanaman karakter dan pengetahuan di tengah-tengah kemajuan bangsa yang serba modern ini, selain itu pehamanan dalam sikap toleransi hidup berkeragaman sangat diharapkan untuk menjaga satuan bangsa. Melalui strategi budaya yang ditanamkan melalui sektor pendidikan, agama, sosial, dan ekonomi maka akan membentuk manusia dan generasi muda yang berbudi pekerti semakin pentingnya nilai juang dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan melalui karakter dan moralitas di tengah krisisnya ideologi dan budaya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan, baik karakter, perilaku, maupun moralitas dan sikap toleran dalam memahami hidup di tengah keberagaman.
Oleh sebab itu, srategi budaya dan revolusi mental hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia pada era pemerintahan baru ini sebagai penopang kemerosotan karakter bangsa. Sehingga manusia sadar akan nilai pentingnya kejayaan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.     
           BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Era pemerintahan baru Jokowi-JK, penanaman sikap revolusi mental dan strategi budaya menjadi titik acuan terbentuknya keberhasilan pembangunan bangsa menuju bangsa yang berkarakter, bermoral, dan berbudaya. Oleh sebab itu, dalam merealisasikan program yang dijadikan konsep baru pemerintahan Jokowi-JK diperlunya berbagai sektor antara lain sektor pendidikan, agama dan humanisme, sosial, dan ekonomi. Dari keempat sektor tersebut, memiliki penguatan strategi yang mana sektor pendidikan sangat mendukung terbentuknya generasi muda Indonesia dalam menamkan karakter dan moralitas yang tinggi dalam menjunjung nilai-nilai kebudayaan. Sektor agama dan humanisme sebagai penyeimbang dan pengendali yang mana dengan keyakinan dan keesaan Tuhan, maka segala hal yang bersifat tidak baik dapat terluruskan kembali. Sektor sosial menjadi pokok utama yang mana dalam proses kehidupan pasti akan bergantung dengan yang lain sebagai rasa kesosialan dengan saling gotong royong, dan kepedulian antara sesama. Dan yang terakhir ekonomi, ekonomi dijadikan penentu bagi kesejahteraan rakyat. Selain terdapat beberapa sektor penentu keberhasilan dalam strategi budaya dan rovolusi mental, Jokowi-JK juga memberi kesadaran pada masyarakat akan besarnya harapan menuju bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan menanamkan nilai kesadar masyarakat akan pentingnya kejayaan bangsa dalam menopang kemerosotan karakter bangsa.
3.2.Saran
Sikap dan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik pada era pemerintahan Jokowi-JK ini begitu diharapkan guna terbentuknya negara yang berbudaya dengan penanaman sikap karakter manusia, moralitas, dan pentingnya menjunjung nilai-nilai budaya dengan meninggalkan segala tindakan dan kebiasaan buruk yang tidak semestinya dilakukan oleh rakyat sehingga mengakibatkan kerugian bangsa.